Friday, February 20, 2009

Pikiran Adalah Pelopor

Sekelompok wisatawan tertahan di suatu tempat asing di luar kota. Mereka hanya menemukan bahan makanan yang kadaluwarsa. Karena lapar, mereka terpaksa menyantapnya, meskipun sebelumnya dicobakan dulu kepada seekor anjing yang ternyata menikmatinya dan tak terlihat efek sampingnya.

Keesokan harinya, ketika mendengar anjing itu mati, semua orang menjadi cemas. Banyak yang mulai muntah dan mengeluh badannya panas atau terserang diare. Seorang dolter mulai mencari sebab-musababnya dari seekor anjing. Ketika dilacak, eh ternyata anjing itu mati karena terlindas mobil.

Thursday, February 19, 2009

Perhatian... Kesadaran

Ada sebuah kisah Zen kuno :
Seorang siswa berkata kepada Master Ichu,
"Tolong tuliskan bagi saya sesuatu kebijaksanaan yang agung."
Master Ichu mengambil kuas dan menulis satu kata saja :
"Perhatian"
Siswa itu bertanya : "Hanya itu saja?"
Maka Master pun menulis : "Perhatian, Perhatian..."

Kata "Perhatian" bisa kita ganti dengan "Kesadaran". Perhatian atau kesadaran adalah rahasia hidup dan intisari pelaksanaan.... Setiap saat dalam kehidupan adalah mutlak. Hanya itu. Tidak ada yang lain selain saat ini : Tidak ada saat lalu, tidak ada saat yang akan datang, tidak ada kecuali saat ini.

Hidup

Hidup mudah tersesat dalam kesia-siaan
Dan kemajuan spiritual seseorang menuruh

Lalku saat pangeran kematian menyerang
Jalan pikiran seseorang akan dipenuhi dengan penyesalan

Milikilaj ketenangan hati dalam urusan duniawi,
Yang memperdayakan batin yang belum matang
Saatnya akan segera tiba
Ketika nama orang pun tidak lagi diingat dalam pikirannya
Bahkan jejak terkecil dari abu tulang belulangnya tidak tertinggal

Kemudian apa yang perlu diucapkan mengenai kesementaraan
Dari perolehan materi, penghargaan sosial, dan kemashuran?
Orang yang pandai akan bertanya pada dirinya sendiri
Dimanakah pikiranku akan berada pada saat itu?

Menakar Air Susu

Di dalam puisi dan cerita-cerita rakyat di beberapa negara, banyak diceritakan masalah tentang hubungan cinta dan tidak cinta, antara orangtua dengan anak-anaknya. Ada beberapa negara di dunia ini tidak mempunyai cerita-cerita rakyat yang berkenaan dengan penggambaran hubungan cinta kasih antara orangtua dengan anak-anaknya.

Dan mereka hanya menekankan tentang cinta kasih kepada semua orang, yang tentu saja termasuk orangtua mereka juga. Banyak sekali orang yang menangis ketika mendengar dan membaca puisi dan cerita-cerita tentan hubungan cinta kasih antara orangtua dengan anak.

Anak

Anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "Bangunan Jiwa" yang di susun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.

Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.

Ida Djajadi, milis_buddha@yahoogroups.com

Meja Kayu

Suatu ketika, hiduplah seorang kakek dalam keluarga yang terdiri atas anak, menantu, serta cucunya yang berusia 6 tahun. Tangan kakek ini begitu rapuh dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orang tua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya.

Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendokdan garpu kerap jatuh. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

Melaksanakan Pancasila Buddhis

Pelaksanaan ajaran Sang Buddha memelukan dilaksanakannya Pancasila Buddhis sebagai komitmen minimum untuk tidak menyakiti siapa pun melalu kata-kata dan perbuatan kita. Pancasila Buddhis ini biasa diucapkan secara teratur untuk mengingatkan pada siswa mengenai komitmen mereka.

Sila-sila tersebut adalah ;

Saya bersedia melatih diri untuk menghindar dari perbuatan membunuh dan menyakiti makhluk hidup.

Saya bersedia melatih diri untuk menghindar dari perbuatan mencuri dan mengambil hal-hal yang bukan milik saya.